Penulis “Hati Suhita” Kagum dengan Kegiatan Tanpa Sampah di INSTIKA

INSTIKA Jumat, 6 Maret 2020 05:11 WIB
359x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk – INSTIKA - Keberadaan sampah yang makin hari kian mengkhawatirkan kelestarian lingkungan hidup menjadi salah satu isu yang ingin dicarikan solusinya oleh kampus berwawasan lingkungan, yakni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) dan Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah, Guluk-Guluk Sumenep.

Sehubungan dengan itulah, setiap mengadakan acara yang melibatkan banyak orang, mahasiswa dianjurkan menerapkan konsep KTSP (Kegiatan Tanpa Sampah Plastik). Konsep inilah yang membuat Khilma Anis, penulis novel best seller "Hati Suhita" kagum dengan Annuqayah.

"Acara Suhita di Ponpes Annuqayah Guluk-guluk Sumenep kemarin sungguh menggetarkan karena dekorasinya full wayang dan caping-caping, ada penampilan lagu-lagu Madura, pembacaan puisi, dan lain-lain. Keistimewaan itu disempurnakan dengan konsep acara ini yang KTSP (Kegiatan Tanpa Sampah Plastik). Jadi bellass gak ada sampah. Masuk aula bersih selesai acara langsung bersih. Sungguh ramah lingkungan," tulis Khilma Anis di akun Facebook-nya.

Khilma Anis hadir ke Annuqayah (Rabu, 4/3/2020) memenuhi undangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Al-Fatihah INSTIKA Putri. "Kami mengundang Ning Khilma untuk bedah bukunya (Hati Suhita) di ultah Teater Al-Fatihah yang ke-11," ujar Asriyani ketua panitia.

"Jadi pertama masuk aula langsung kita lihat air bergalon-galon. Bukan air kemasan. Peserta membawa botol minum sendiri-sendiri.  Di panggung yang disuguhkan juga air dalam gelas. Semua snacknya tanpa plastik. Ada getuk, ada klepon, buah-buah, enak-enak, pokoknya tanpa plastik," tambah Khilma Anis.

Menurut Wakil Rektor III, K. M. Mushthafa, MA., kemasan acara dengan konsep KTSP itu merupakan sebuah pendidikan moral bagi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.  Melalui KTSP diharapkan pencemaran lingkungan yang berasal dari sampah, khususnya sampah plastik, dapat terkurangi.

Lebih jauh, K. Mushthafa menjelaskan, kampus INSTIKA dan IST Annuqayah memang mempunyai visi sebagai kampus yang peduli pada kelestarian lingkungan. "Karena itu kami menggunakan tagline Kampus Tatakrama Berwawasan Lingkungan," ujarnya saat dihubungi melalui WA.

Rupanya, konsep tersebut mendapat apresiasi dari Khilma Anis. Sebelum mengakhiri tulisan pada statusnya, perempuan kelahiran Jember ini menilai bahwa konsep itu sangat bagus. "Acara ini sangat keren dan menginspirasi. Terutama soal kegiatan tanpa plastik tersebut," tulisnya.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)