Perkuliahan di Masa Normal Baru, Civitas Akademika INSTIKA-IST Annuqayah Patuhi Protokol Kesehatan

INSTIKA Sabtu, 13 Juni 2020 13:01 WIB
151x ditampilkan Galeri Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Sabtu (13/6/2020) merupakan hari pertama mahasiswa dan dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) dan Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep melakukan perkuliahan Tatap Muka (TM) setelah sebelumnya lebih dari dua bulan melaksanakan perkuliahan Non-Tatap Muka (NTM).

"Perkuliahan Tatap Muka ini dilangsungkan menyambut tatanan hidup normal baru," ujar Wakil Rektor II, H. Mohammad Hosnan, M.Pd. Meskipun demikian, lanjutnya, protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat guna mencegah persebaran Covid-19.

Lebih jauh WR II menjelaskan, protokol kesehatan pada aktivitas perkuliahan di masa normal baru meliputi tiga tahap. Pertama, tahap persiapan. Kedua, di perjalanan. Ketiga, di kampus.

Pada tahap persiapan. Dosen dan mahasiswa harus mempersiapkan diri sebelum berangkat ke kampus, yakni membawa masker, siap menjaga jarak, dan memastikan bahwa dirinya benar-benar sehat untuk mengikuti perkuliahan.

Di perjalanan menuju kampus, dosen dan mahasiswa dianjurkan untuk tidak mampir ke tempat umum guna mengurangi kontak fisik. Dan dipastikan sudah memakai masker sejak berangkat dari rumah.

Pada saat di kampus. Dosen dan mahasiswa harus masuk melalui pintu utama. Di pintu utama ini, disediakan tempat cuci tangan dan cek suhu. Selain itu, di depan gedung kuliah juga disediakan tempat cuci tangan.

"Di dalam kampus, dosen dan mahasiswa dilarang membentuk kerumunan, harus jaga jarak, memakai masker, dan dilarang melakukan kontak fisik. Demikian juga, mahasiswa atau dosen dilarang memindah kursi yang sudah diatur oleh petugas," terang K. Hosnan.

Nobel Irawan, salah satu mahasiswa mengatakan, dirinya dan teman-temannya merasa aman mengikuti perkuliahan tatap muka di masa normal baru.

"Kami tidak terlalu khawatir dengan Covid-19 dalam mengikuti perkuliahan menyambut normal baru ini. Karena protokol kesehatan benar-benar dijalankan dengan serius di kampus kami ini," katanya.

Menurut K. Hosnan, dosen dan mahasiswa yang tidak memakai masker akan disuruh putar balik atau dilarang masuk ke lingkungan kampus. Demikian juga suhu badannya yang melebihi 37,7 derajat celcius dipersilahkan kembali ke rumah atau pondok untuk beristirahat dan berobat serta memeriksakan diri ke layanan kesehatan.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)